Yuk Intip 3 Jenis Batuan yang Bisa Digunakan Sebagai Pewarna

Siapa yg suka melukis atau berikan warna? Apabila mau mengerjakan aktivitas itu, kebanyakan kita butuh pewarna.

Ada pelbagai ragam pewarna yang dapat kita pakai, misalkan pensil warna, krayon, spidol, cat air, cat minyak, serta terdapat banyak lagi.

Sudah pernah kawan-kawan menyaksikan lukisan atau gambar yang udah berusia beberapa ratus atau beberapa ribu tahun?

Lebih kurang mereka bikin lukisan serta gambari itu dengan pewarna apa, ya?

Artikel Terkait :  harga cat tembok nippon paint

Nyatanya, pada era Renaissance (1300 – 1700 M), seniman berikan warna lukisannya dengan bahan alami, satu diantaranya yaitu batuan.

Wah, batu apakah yang dapat dimanfaatkan jadi pewarna, ya? Cari kabar berbarengan, yuk!

1. Batu Cinnabar – Merah

Batu cinnabar datang dari Tiongkok. Batu ini di kenal juga dengan nama batu vermillion.

Batu cinnabar dapat dipasarkan di harga yang mahal pada orang Eropa.

Jadi gak bertanya-tanya, banyak orang-orang yang mengeduk Bumi buat memperoleh batu ini.

Walaupun sebenarnya, warna merah yang berada pada batu ini datang dari zat merkuri yang beresiko.

2. Batu Lazuli – Biru

Batu lazuli atau batu safir yaitu batuan kristal dari Afghanistan.

Batu lazuli itu mahal, jadi barang yang diwarnai oleh batu ini harga yakin mahal pun.

Supaya dapat jadikan pewarna, batu lazuli mesti ditumbuk lebih dahulu hingga halus.

Leonardo da Vinci sudah pernah memanfaatkan batu lazuli buat berikan warna karyanya.

3. Batu Timah – Kuning

Di era dahulu, cuma ada satu keluarga yang jual pewarna kuning.

Satu hari, semuanya keluarga yang bikin pewarna kuning itu mati.

Baca Juga : harga cat minyak

Seusai keluarga itu mati, tak ada yang ketahui apa bahan buat bikin pewarna kuning.
Seusai diselidiki oleh akademikus kekinian, nyatanya pewarna kuning itu datang dari batu timah.

Menurut akademikus, keluarga pembuat pewarna kuning itu mati lantaran keracunan batu timah.

Yup, batu timah satu diantara batuan beracun yang beresiko buat badan.

Wah… gak dikira, ya, nyatanya ke-tiga batuan di atas dapat berubah menjadi sumber pewarna. Sayang, pewarna dari batuan mempunyai kandungan zat yang beresiko untuk badan.

READ  Sepatu Dr Martens Jadi Lukisan Termahal di Dunia