Yuk Intip 10 Fakta Ilmiah Soal Baja

Hadi Pranoto serta musikus Anji dalam video frontalnya, dinilai lantaran banyak salah data dari bab COVID-19 hingga titik leleh baja. Barangkali mereka penting tahu fakta-fakta ilmiah bab baja.
Video penuturan di antara Erdian Aji Prihartanto atau Anji dengan Hadi Pranoto yang mengakui jadi ahli mikrobiologi, sempat pernah trending lalu lenyap dari Youtube. Tidak hanya klaim bab penemuan obat COVID-19, ada lagi kekeliruan kenyataan bab baja.

Hadi Pranoto mengatakan titik leleh baja pada suhu 350 derajat celcius. Perkataan ini dinilai banyak orang-orang lantaran ngawur. Nyata-nyatanya barangkali tidak sekedar Hadi Pranoto, namun terdapat banyak orang belum ketahui pembawaan-sifat ilmiah pada baja serta sifat khasnya.

Beberapa blog perusahaan-perusahaan baja di dunia miliki halaman serba-serbi ilmiah terkait logam yang tenar ini semisal dikumpulkan detikINET dari pelbagai sumber, Senin (3/8/2020).

Artikel Terkait : berat jenis besi

Berikut ini 10 kenyataan ilmiah terkait baja:
1. Baja tak ada di dalam tabel periodik kimia
Masih ingat pelajaran kimia? Tahukah kamu, bila baja tak ada di dalam daftar tabel periodik itu. Jadi logam apa ini? Menurut Ensiklopedia Britannica, baja yaitu paduan 98% besi serta 2% karbon yang malahan bukan logam.

2. Histori pemanfaatan baja
Baja udah diketemukan arkeolog tahun 1800 SM. Akan tetapi pemanfaatannya diperhitungkan mulai tahun 326 SM. Bangsa yang dikira pertama memanfaatkan baja yaitu India.

3. Trik bikin baja
Awal mulanya, baja dibikin lewat cara menambang bijih besi langsung dari Bumi. Ini setelah itu dilebur dalam tanur tinggi dimana kotoran dikeluarkan serta karbon ditambah. Kotoran yang dibuang yaitu silika, fosfor, serta belerang. Pengotor ini mesti di hilangkan lantaran berbarengan mereka lemahkan senyawa baja. Kotoran dibuang dengan dua trik ialah Basic Oxygen Furnace (tanur ditiup oksigen) atau Electric Arc Furnace (tanur listrik tegangan tinggi).

4. Temperatur leleh baja
The Engineering ToolBox mendata data melting suhu atau temperatur leleh tiap-tiap model logam yaitu berlainan. Baja karbon meleleh pada temperatur 1.425-1.540 derajat celcius. Dan baja stainless meleleh pada temperatur 1.510 derajat celcius. Jadi bukan 350 derajat Celcius seperti kata Hadi Pranoto.

READ  Yuk Intip Inspirasi Hunian Paduan Modern, Industrial hingga Pop Art!

5. Logam yang terbanyak didaur kembali di Bumi
Baja yaitu logam yang terbanyak didaur kembali di planet Bumi. Studi dari The American Iron and Steel Institute mengasumsikan 88 prosen baja di dunia didaur kembali. Tiap-tiap daur kembali 1 ton baja mengirit 2.500 pound biji besi, 1.400 pound batu bara serta 120 pound batu kapur.

6. Baja 1.000 kali makin kuat dari besi
Baja 1.000 kali makin kuat dari besi. Disaat baja di daur kembali, hasilnya selalu kuat seperti awal mulanya. Baja bakal tambah kuat apabila dibikin dengan tehnik galvanis, menaikkan susunan pelindung dari karat.

7. Bahan baku penting buat pencakar langit serta technologi terbarukan
Baja pertama dibikin buat material gedung pencakar langit tahun 1884 di Home Insurance Building, Chicago, AS. Mulai saat itu semua gedung pencakar langit hingga saat ini memanfaatkan baja buat tulang bangunannya. Baja pun berubah menjadi material penting buat technologi terbarukan. Turbin angin, panel surya, tenaga hidro, semua butuh material baja.

8. Industri baja paling besar seusai migas
Industri baja paling besar ke dua seusai migas dengan nilai USD 900 miliar. Industri baja mengaryakan 2 juta orang di pelosok dunia. Hasil produksinya dimanfaatkan buat otomotif, transportasi, infrastruktur, pengemasan, mesin, energi serta pastinya konstruksi.

Baca Juga : tabel baja WF

9. Kekhasan Eiffel serta Golden Gate yang dibikin gunakan baja
Menara Eiffel serta Jembatan Golden Gate yaitu landmark dunia yang dibikin gunakan baja. Semasing ada keunikannya. Tahukah kamu, Menara Eiffel 6 inchi makin tinggi pada musim panas, lantaran bajanya memuai. Dan Jembatan Golden Gate 4-8 kali makin gampang ketimbang dibuat dengan beton.

10. Ada 4 model baja
Baja selintas kelihatan sama, akan tetapi sesungguhnya ada 4 model. Pertama ada baja karbon. ini yaitu besi ditambah karbon, mangan, silikon serta tembaga. Ke dua ada baja paduan (alloy) ini yaitu besi ditambah alumunium, chromium, tembaga, mangan, nikel, silikon serta titanium. Ini yaitu baja buat onderdil kendaraan, pipa serta generator.

READ  Kiat Desain Gazebo Kayu, Bambu, atau Beton

Ke-tiga yaitu baja stainless sebagai besi yang karbonnya dikurangi serta chromiumnya ditambah 10-20 prosen. Pemanfaatannya terbanyak buat perkakas dapur serta alat makan. Paling akhir ada baja perkakas, yang paduan besi, cobalt, molybdenum, tungsten serta vanadium. Pemanfaatannya buat alat perbengkelan serta pertukangan.